Pencerahan Terhadap “Fitna”

By Iwan Joeyz
Cukup unik dan berani memang ulah politisi Belanda yang satu ini. Tanpa latar belakang pendidikan cinematografi dan kode etik jurnalistik politisi Belanda yang satu nekat meluncurkan sebuah film yang menurut saya kurang relijius. Geert Wilders, yang hobinya ngejar cewek, sang politisi Belanda tersebut telah meluncurkan sebuah film anti Islam berdurasi 16 menit 48 detik di sebuah situs di dunia Internet. Menurut saya pribadi film itu hanya merupakan sebuah ketakutan akan kalahnya kejahatan oleh kebenaran nilai-nilai di dalam Islam di negeri Belanda. Bagaimana tidak? Secara jujur di dalam harian ibu kota dirinya mengungkapkan bahwa dirinya takut imigran muslim merubah seluruh tindak tanduk kehidupan di negeri Belanda. Film yang berjudul “Fitna” itu sebenarnya merupakan sebuah Fitnah terhadap Islam karena dengan enteng menyebut Islam sebagai biang terror.

Film yang dimulai dengan mengutip sebuah surat di dalam Al Quran lengkap dengan murrotal nya ini seakan-akan menggambarkan bahwa peristiwa WTC pada 11 September 2001 dan bom yang meledak di dalam terowongan kereta api Madrid merupakan murni ajaran Islam.

Kita bisa simak pencaplokan ayat Quran di dalam film Fitna berikut ini:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya . (Q.S. Al Anfal ayat 60).

Sayang sang politisi Belanda tersebut tidak membaca konteks ayat 60 surat Al Anfal tersebut, konteks ayat itu di mulai dari ayat 58 surat yang sama. Di dalam surat tersebut di dalamnya dimuat mengenai perihal pengkhianat dalam sebuah komunitas musyrik yang mana orang musyrik tersebut melakukan pengkhianatan. Oleh Allah jika kita khawatir terhadap perngkhianatan itu, maka kita disuruh untuk mengembalikan atau membatalkan terhadapnya, kita bisa simak pada ayat berikut ini:

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Q.S. Al Anfal ayat 58).

Tidak ada disebut-sebut dalam ayat itu mengenai pembataian masal seperti dituduhkan pada umat islam. Kita kembali pada konteks ayat 60, pada ayat 60 tersebut ditengahkan suasana ketika di medan perang kita memang harus melawan jika kita sedang ditindas, dan melakukan pembelaan terhdapa diri yang dianiyaya merupakans esuatu yang wajib. Coba kita pikirkan, jika kita tidak melawan pemerintahan penjajah Jepang pada waktu silam, maka dipastikan kita tidak akan merdeka, begitu pula dengan konteks ayat ini. ajaran tempeleng pipi kiri berikan pipi kanan tidak ada sama sekali di dalam ajaran Islam, karena kita harus membela diri kita jika kita di zhalimi oleh orang lain asalakan kita pada golongan yang benar. Penjajahan di Indonesia selama 350 tahun telah di lawan oleh perjuangan santri-santri serta ulama-ulama untuk membela apa yang menjadi haknya. Bung Tomo andaikata tidak melakukan pertempuran 10 November, maka dapat dipastikan Indonesia belum merdeka sampai saat ini.

Politisi Geert Wilders lupa pada ayat selanjutnya, yaitu tentang perdamaian. Sangat disayangkan bahwa Geert Wilders tidak mengutip ayat selanjutnya perihal abitrase dalam peperangan. Kita simak ayat berikut ini:

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al Anfaal 61).

Lihat!, betapa mulaianya ajaran Islam yang mengajarkan perdamaian diatas segala-galanya. Perdamaian di tulis dalam surat diatas sebagai poin utama dan terutama dalam setiap defensive terhadap peperangan. Perdamaian lebih diutamakan dari pada peperangan. Geert Wilders sengaja menghilangkan ayat selanjutnya untuk menambah statemen bahwa Islam mengajarkan sesuatu yang buruk.

Selain ayat diatas Geert Wilders juga mengutip tentang ayat Al Quran perihal siksa dalam neraka pada hari pembalasan kelak. Di dalam surat itu dijelaskan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah akan disiksa yaitu kulitnya akan diganti kulit yang lain, kita simak ayat berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nisaa’ 56).

Allah telah mengutus sekian nabi untuk membimbing umat manusia pada jalan Allah. Syariat dan Minhaj dari masing-masing nabi tentu berbeda. Tetapi kebanyakan umat manusia telah mengingkari syariat dan jalan yang diridhoinya. Seperti contoh mudah adalah tentang perihal nubuatan Muhammad dalam berbagai kitab-kitab yang pernah diturunkan, di dalam berbagai kitab Samawi eksistensi Muhammad telah di jelaskan dengan gambling, tapi apa yang terjadi kemudian? Nubuatan itu dirubah dan diganti agar kabur maknanya. Jika perbuatan baik itu pastilah menghasilakan buah yang baik, dan perbuatan jahat pastilah menghasilkan buah yang busuk atau tidak layak pakan.

Sekali lagi kita melihat adanya kesalahan pengutipan oleh Geert Wilders ini, ternyata dia hanya sampai pada ayat 56, sehingga seolah-olah umat Islam hanya di gambarkan sebagai neraka saja, padahal balasan terhadap perbuatan baik dapat kita lihat di dalam ayat selanjutnya.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (Q.S. An Nisaa’ 57).

Bagi orang yang menjalankan kebaikan pasti dia akan memperoleh tempat yang merupakan buah dari kebaikannya yaitu amalan sholeh, dan bagi yang mengingkari akan Allah, tentunya buah dari perbuatan buruknya yang akan menemaninya. Dan ajaran ini erupakan ajaran setiap agama di dunia dimana pasti ada baik dan buruk, ada yang beriman dan ada yang kafir, ada wanita ada pria.

Selanjutnya Geert Wilders juga mengutip surat Muhammad ayat 4 berikut:

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) Maka pukullah leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka Maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Q.S. Muhammad: 4).

Sepintas jika kita tidak melihat dari ayat pertama surat Muhamad ini, maka kesan yang timbul adalah pembunuhan. Konteks ayat pertama hingga ayat yang dikutip dalam film Fitna sejatinya merupakan konteks pada medan pertempuran (perang) ketika peperangan sedang berkecamuk. Kata “Dhorbarrikob” yang berarti memukul pada leher mereka yang dimaksud dengan ungkapan memukul dengan cara mematikan musuh yang biasanya dengan cara memancung ataupun dengan cara mempercepat kematian padalawan dimaksudkan agar lawan ketika bertempur andaikata berperang dan terluka tidak mengalami sakita yang luar biasa dan juga agar lawan yang terluka tidak terlalu lama menahan kesakitan. Dan hal inipun di bolehkan dalam peperangan apapun baik dalam militer maupun dalam peperangan tempo dulu.

Dalam keadaan peperangan korban tak dapat di hindarkan, jika kita berperang melawan musuh yang zhalim, maka hanya ada dua kemungkinan, pihak yang benar yang wafat atau pihak yang salah yang wafat. Jadi bukan merupakan sebuah alas an jika Islam itu mengajarkan pembunuhan seenaknya tanpa alas an. Dalam kisah nabi-nabi maupun orang-orang yang berperang di dalam kitab-kitab sebelum al Quran juga dijelaskan bagaimana teknik perang tersebut. Dan andaikata itu merupakan sebuah ajaran yang wajib di lakukan, maka dapat dipastikan umat manusia (khususnya Islam) akan habis dari dunia ini karena tidak menjaga perdamaian seperti pada surat Al Anfaal ayat 61yang sudah kita bahasa diatas.

Sebetulnya masih banyak kesalahan dan penafsira yang keluar dari konteksnya oleh Geert Wilders untuk menjustifikasi bahwa Islam itu tidak toleran terhadap agama lain dan kebebasan (freedom). Dalam pembahasan diatas sudah dapat kita lihat bagaimana Geert Wilders dengan seenaknya sendiri merubah-rubah kalimat Allah agar keluar dari konteksnya. Bantahan ini dimaksudkan untuk menanggapi statement Geert Wilders di salah satu surat kabar agar argument di bantah dengan argument, maka sebagai umat islam yang dewasa sudah seharusnya kitamemberi penjelasan terhadap mereka yang belum mengerti agar mereka faham yang sebenarnya. Kita tak perlu melalkukan tindakan anarkis yang dapat merusak nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran, kita dapat contoh ketika Nabi Muhammad di Thaif di lempari batu hingga berlumuran darah dan gigi beliau tanggal yang saat itu juga Jibril datang menawarkan option kesediaanya untuk mengambil gunung dan melemparnya pada penduduk Thaif; tetapi apa jawab Nabi SAW, Ya Jibril mereka belum mengerti, dan aku akan meminta kepada Allah agar keturunan mereka kelak akan berjuang di jalan Allah.

Wallahu a’lam bi showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: