Al Qiyadah Al Islamiyah Menjual Diri di Dunia Maya

Oleh Iwan Joyo S
Al Qiyadah Al Islamiyah sebuah sekte Islam gaya baru yang mempunyai “rasul” bernama Ahmad Mushaddeq beberapa bulan yang lalu menjadi sorotan baik dalam dan luar negeri. Proklamasi sebuah gerakan underground ini tak urung menjadi topic yang hangat untuk dibicarakan mengingat pengikut aliran ini tinggal dan hidup dari Sabang hingga Merauke. Dengan bangga dan tegas Ahmad Mushaddeq mengaku bahwa dia dilantik menjadi “rasul” setelah melakukan tahanuts 40 hari di salah satu kawasan Jawa Barat. Dengan berbekal pengalaman dan pendidikan tentang Islam yang minim Ahmad Mushaddeq dan gerakannya berusaha menyerang anak-anak muda baik itu siswa SMA maupun Mahasiswa dengan menggunakan logika. Logika memang sangatlah rawan jika tidak disertai dengan dalil-dalil memadai.

Dengan mengumbar keselamatan dan jalan surga Al Qiyadah ini berusaha merekrut mereka yang haus akan nilai-nilai relijius. Tak heran mayoritas korban dari aliran ini adalah siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah negeri dan perguruan tinggi tanah air yang kurang memiliki background Islam yang kokoh. Sebenarnya hal ini tak bisa 100% kesalahan ditimpakan kepada siswa dan mahasiswa tersebut, karena mereka hanya mendapat jatah pelajaran agama 2 jam selama 1 minggu sekolah dan untuk mahasiswa non Fakultas Hukum hanya 2 sks.

Mushaddeq dengan lihaipun telah menggunakan anak-anak muda tersebut untuk “membelah diri” dengan masyarakat agar merekrut korban lain agar menjadi anggota resmi mereka. Kesalahan fatal mengenai aliran sesat tersebut sejatinya berpangkal salah tafsir dari surat Al Ahzab berikut:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan khataman nabiyyin. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al Ahzab 40).

Oleh Ahmadiyah dan pengikutnya ayat ini ditafsirkan bahwa “khataman nabiyyin” bukan nabi akhir (baca artikel saya sebelumnya: “Ahmadiyah Berkelit”), oleh Rashad Khalifa ayat tersebut tidak menutup kenabian, karena yang ditutup hanya nabi, bukan Rasul; dan oleh Mushaddeq di tafsirkan penutup nabi bagi bangsa Arab saja. Saya heran mengapa para pemimpin aliran sesat dengan mudah mengucapkan “Saya telah mendapat mimpi bahwa saya adalah rasul akhir zaman kepada seluruh umat manusia” atau “Jibril telah mewahyukan kepada saya…” padahal di dalam hadisi berulang tempat dan redaksi sangat jelas tertulis bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan Nabi terakhir baik yang membawa syariat maupun non syariat. Kembali ke masalah Al Qiyadah, selain cara-cara secara direct kemasyarakat, al qiyadah ternyata juga menyebarkan faham aneh pada masyarakat dalam dunia maya (baca: internet) di website resmi maupun blog mereka.

Ketika saya melakukan penelusuran di search engine “Google” dengan kata kunci “al qiyadah al islamiyah” maka sebuah tembolok muncul di alamat www.alqiyadahalislamiyah.com , yang alhamdulillah website tersebut ternyata belum jadi karena masih “underconstruction” dan sepertinya keburu digrebek oleh polisi webmaster al qiyadah al islamiyah sehingga mereka tidak sempat mengedit website mereka. Tak puas dengan penelusuran google tersebut sayapun mengontak seorang sahabat di Milis Iqra (Milis dimana saya menjadi team Moderator di dalamnya) untuk mengecek website Al Qiyadah Al Islamiyah; alhamdulillah ternyata data-data mereka di blogspot belum hilang alias masih utuh. Dalam blogspot mereka “Ruhul Qudus: The Holy Spirit and The Truth” mereka dengan narasi menggunakan Teologi Kristen dengan gamblang sekali menjelaskan bahwa sebenarnya sekarang umat Islam ini sedang berdosa:

“Dan sekarang umat generasi Muhammad yang berbuat dosa inilah yang sampai sekarang ini sedang dan akan ditebus oleh seorang Anak manusia yang telah dijanjikan.”

Selain menggunakan statemen diatas untuk memfatwa bahwa umat Islam saat ini berdosa dan harus ditebus, Al Qiyadah Al Islamiyah juga mengaburkan definisi kiamat, menurut mereka definisi kiamat adalah hari dimana tegaknya dien Allah:

Saudara, segala sesuatu itu harus ada dasar ilmunya, jangan sampai kita hanya sekedar ikut-ikutan. Kalau kita merujuk kepada kitab Allah, bahwa Kiamat itu adalah hari di mana tegaknya kerajaan Allah di muka bumi, sehingga hukum Allah berlaku seluas-luasnya bagi umat manusia di muka bumi. Kiamat adalah hari kebangkitan. Berarti kalau ada kebangkitan pasti ada keruntuhan. Manakala Yerusalem / Darusalam yang telah dibangun itu telah hancur / runtuh, maka perlu dibangkitkan lagi, perlu dibangun lagi. Inilah yang dinamakan dengan kebangkitan. Dalam kitab Allah dikatakan: “Waktunya telah genap, kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah pada Kitab-Kitab Allah (seharusnya pada Injil, bukan pada kitab-kitab Allah periksa: Injil Markus pasal 1 ayat 15, Pen). (Artikel Ruhul Qudus).

Dengan menggunakan pendapat hantam kromo para pengikut Al Qiyadah yang telah diberi sedikit teologi ke Kristenan ini dengan santai mengatakan bahwa kita disuruh percaya pada kita-kitab Allah, sekarang yang menjadi pertanyaan besar kitab Allah yang mana? apakah Taurat dan Injil? Benar sekali, tetapi jika konteks Taurat dan injil yang dimaksudkan oleh Al Qiyadah Al Islamiyah tersebut adalah Taurat 5 kitab di dalam Perjanjian Lama dan 4 Injil di dalam Perjanjian Baru, maka dengan tegas saya katakan tidak, mengapa demikian? Karena Taurat dan Injil di dalam Alkitab Kristen saat ini telah berubah karena dirubah dan telah banyak mengalami copy edit selama ratusan tahun. Dan saat inipun tidak ada yang bisa menunjukan dimana kitab taurat dan Injil yang asli (baca buku “Inspirasi dan Kanon Kitab Suci” karangan Stefan Leks). Kita umat Islam di dalam Al Quran memang di suruh beriman kepada Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran, beriman kepada Taurat, Injil, serta Zabur bukan berarti beriman kepada Alkitab Kristen yang sudah tidak asli karena mengalami copy edit tadi. Untuk membuktikan bahwa Taurat dan Injil yang saat ini bukan asli dari wahyu Allah kepada nabi Musa dan Isa, maka kita lihat keanehan ayat Alkitab Imamat Pasal 11 ayat 7 berikut ini:

“Dan lagi babi, karena memang berkoekoe belah…”(Tahun 1958)
“Dan babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu..”(Tahun 2002)

Perbedaan redaksi serta revisi (babi menjadi babi hutan) dari kedua contoh ayat tersbut merupakan fakta bahwa dalam Alkitab saat ini telah direvisi ataupun di potong sana sini agar mengaburkan makna sebenarnya, sekarang Apakah kita masih tetap bersikukuh beriman kepada ayat-ayat Alkitab Kristen tersebut yang menurut Al Qiyadah Al Islamiyah merupakan kitab-kitab Allah?

Dan hal yang sama memang selalu digambarkan oleh Al Qiyadah Al Islamiyah diberbagai tempat dalam setipa artikelnya, perhatikan kutipan di bawah ini:

Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada utusan-utusannya di antaranya Taurot kepada Musa, Injil kepada Yesus dan Al-Quran kepada Muhammad sebenarnya berisikan tentang hal-hal yang sama, konsep atau inti ajarannnya sama, yaitu perintah untuk menegakkan Kerajaan Allah, yang diemban oleh para utusannya dan orang-orang yang mengikutinya.

Bahwa Allah mengutus Musa dengan membawa Taurot untuk menerapkan hukum Allah bagi bangsa-bangsa pada umumnya dan Bani Isroil pada khususnya. Musa punya visi misi, yaitu membebaskan bani Israel dari Mesir ke Gurun Sinai, serta merebut tanah perjanjian, yaitu tanah kanaan. Tanah Kanaan inilah yang akan dijadikan Musa sebagai Yerusalem. Dengan direbutnya Tanah Kanaan, berarti Yerusalem telah berdiri, Gunung Sion telah berdiri tegak menjulang tinggi di antara gunung-gunung yang lain. Bani Israel yang dulunya adalah budak Mesir, maka dengan kedatangan Musa, mereka menjadi pemimpin dunia, pemimpin bangsa-bangsa. Taurot disebut juga sefer. Dalam Kitab perjanjian lama terdiri dari Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Dalam urutan Kitab tersebut menceritakan tentang bagaimana Musa berjuang menegakkan Kerajaan Allah di bumi agar Hukum Allah tegak dan berlaku bagi seluruh ummat manusia.

Setelah Yerusalem (Kerajaan Allah) yang di bangun oleh Musa runtuh, Sehingga Bani Israel menjadi bangsa budak kembali, dunia yang semula terang menjadi gelap kembali, gunung Sion hancur, dan putri Sion (penduduk Yerussalem) menjadi tawanan bangsa-bangsa. Mereka (Penduduk Yerussalem) meratap kepada Allah tentang dosa-dosa mereka, karena mereka melanggar perjanjian abadi kepada Allah. Mereka meratap terus siang malam. Sehingga ada Kitab Ratapan dalam perjanjian lama. Atas penyesalan mereka karena telah melanggar perjanjian abadi, maka Allah mengampuni dosa-dosa mereka dengan mengutus seorang utusan yaitu Yesus Kristus yang menebus dosa Bani Israel. Dia datang dengan membawa berita atau kabar gembira. Dia datang untuk menggenapi hukum Taurot yang telah diubah oleh para ahlul kitab. Dia datang untuk menegakkan kerajaan Allah. Banyak gereja mengatakan bahwa Kerajaan Allah belum tegak di waktu Yesus. Hal ini tidak benar, karena sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Allah bahwa: ” Kata Yesus : Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan Allah. Ini membuktikan bahwa Kerajaan Allah tegak di waktu Yesus, Bukit Sion bersinar kembali.
(Artikel Ruhul Qudus)

Pencampur adukan faham Teologi ke Kristenan dan teologi Islam ini sepertinya merupakan kejangalan jika memang Ahmad Mushaddeq merupakan pakar islamologi. Dari susunan kalimat ini jelas sekali Teologi Kristen sangat kental dalam nuansa artikel dari Al Qiyadah Al Islamiyah ini, sejak kapan yang disebut Taurat yang ditulis oleh nabi Musa itu terdiri dari Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan? Padahal dalam Revised Standard Version tahun 1971 dijelaskan dengan gamblang bahwa para pakar bible sendiri ragu siapa yang menulis kitab-kitab di dalam perjanjian lama.

Hal yang paling fatal adalah bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah mengatakan bahwa konsep Taurat dan Injil saat ini merupakan konsep yang sama dari Tuhan, alangkah kacau balaunya pikiran Al Qiyadah Al Islamiyah berikut ini:

Kalau kita perhatikan, umat Yahudi Kitab nya Taurat, umat Nashrani Kitab nya Injil, dan umat Islam Kitab nya Al-Quran, kenapa mereka mempunyai ajaran yang berbeda-beda? Padahal Taurat, Injil, dan Al-Quran isinya sama, konsep ajarannya sama. (Artikel Ruhul Qudus).

Jika memang menurut Al Qiyadah Al Islamiyah konsepnya sama, tolong di cari di dalam Al Quran konsep ketuhanan Kristen berikut ini:

Mat 28:19-20
(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Jika ada dari para pembaca yang menemukan konsep yang sama tentang Trinitas dari Al Quran seperti ayat Injil Matius tersebut maka kami akan memberikan hadiah sebesar 1.000.000,00 kontan tanpa diundi. Konsep artikel dari Al Qiyadah tersebut sudah jelas berbeda jalur dengan Islam baik dalam hal aqidah maupun dalam hal ibadah. Lain dengan Blogspot “The Holy Spirit and The Truth”, Al Qiyadah Al Islamiyah dengan blog “An Aqimuddin” juga mengupas dengan logika yang aneh terhadap Islam. Mereka sengaja memelintir konteks surat Al Aalaq dengan penafisran mereka dari segi tata bahasa dan kaidah-kaidah tafsir lainnya, Al Qiyadah menafsirkan surat Al Alaq sebagai berikut:

“Wahai Muhammad, coba anda perhatikan dan katakan, bagaimana nilai kehidupan ummat manusia saat ini haq atau bathil, ridha ALLAH apa lakanatullah, golongan neraka atau golongan jannah? Jika anda mengatakan bathil apa dasarnya dan bagaimana memperbaikinya? Jika anda mengatakan haq, apa alasannya? (Muhammad menjawab), “Masalah yang engkau pertanyakan itu aku tidak dapat menjelaskannya kepadamu, sebagaimana bangsaku, aku juga ummi, tidak mengetahui kitab atau hukum ALLAH yang sesungguhnya”, (Kata Jibril), “jika demikian coba anda baca dengan ilmu atau isme ALLAH karena Dialah yang telah menciptakan semua ini. Dan Dia juga yang menciptakan manusia sebagai makhluk yang hidupnya bergantung atau berkaitan dengan alam. Kemudian nyatakanlah, bahwa ALLAH yang menciptakan dan mengatur hidupmu itu adalah mulia dan dariNyalah kemulian itu. Dialah yang mengajarkan kepada manusia ayat-ayatNya. Dengan ayat-ayat Nya itu Dia mengajarkan kepada manusia dengan ayat yang tidak diketahuinya” . (Artikel An Aqimuddin).

Ummi oleh Al Qiyadah Al Islamiyah diartikan sebagai tidak mengetahui hukum Allah dan tak mengerti tentang ketuhanan, padahal makna asli dari Ummi menurut Hadis dan Sirah adalah buta huruf yang konteksnya pada diri nabi Muhammmad. Selain menafsirkan surat Al Alaq dengan sembrono, Al Qiyadah Al Islamiyah juga dengan berani menafsirkan ayat 6,7, dan 8 surat Ad Dhuha dengan tafsiran ala Al Qiyadah Al Islamiyah:

Hal yang menarik untuk dikaji ulang adalah pernyataan ALLAH dalam surat QS Dhuha 93/ 6-7-8, bahwa ALLAH telah mendapati (Muhammad bin Abdillah) dalam keadaan yatim (tidak punya bapak/pemimpin), dalam keadaan sesat (dhollan) kemudian ALLAH memberikannya petunjuk (hidayah pemahaman wahyu), dan mendapatinya dalam keadaan miskin (akan wahyu; Bukan miskin materi karena Muhammad adalah seorang suami dari sudagar kaya dan seorang tokoh Bani Hasyim) kemudian ALLAH memberikan kekayaan (wahyu) kepadanya.

Ayat 6 “Alam yajidka yatiiman fa aawaa” menyatakan: “Bukankah Aku (Alloh) menjumpai engkau (Muhammad) sebagai yatim, kemudian aku melindungimu”.

Kata kuncinya adalah yatim; Yatim menurut Al Qur’an adalah orang yang tidak mempunyai pelindung, yang dapat mengajarkan, merawat dan mencurahkan kasih sayang. Dari sini kata ini hanya dikenakan kepada anak yang ditinggal mati oleh bapaknya, dan makna inilah yang selalu dipakai dan dijadikan program ibadah.

Sesungguhnya tidak demikian, Muhammad disebut yatim bukan karena ia ditinggal mati oleh Abdillah dan Aminah, alasannya adalah karena ALLAH baru menurunkan wahyu ketika Muhammad berumur 40 tahun. Tidaklah wajar seseorang yang sudah berumur 40 tahun disebut anak yatim.

Muhammad disebut anak yatim karena beliau tidak ada yang memberi pelajaran jalan yang lurus, yang mengembangkan mental spiritual beliau dan yang memberitahu atas kesalahan Beliau. Jadi dimaksud dengan yatim adalah orang yang tidak memiliki pemimpin yang sesungguhnya, yang tidak mengharapkan apa-apa dari beliau.

Ayat 7, “wa wa jadaka dholan fa hada” menyatakan bahwa Muhammad sebelum dijumpai oleh ALLAH berada dalam keadaan dholan, keadaan bingung. Orang bingung adalah orang yang tidak tahu secara pasti kemana tujuan hidup yang akan ditempuh. Dengan kata lain Muhammad sebelum mendapat wahyu dari ALLAH termasuk orang yang dholan atau sesat, tidak memahami apa yang mesti diperbuat dan karena tujuan hidup ini harus diarahkan (QS.42/52). Meski ibadah ritualnya baik dan di sanjung oleh masyarakat.

Ayat 8, “Wa wajadaka ‘aa ilan fa aghnaa” berbicara tentang Muhammad orang yang serba kekurangan kemudian dijadikan kaya, maksud dari kata: A’ilan, adalah serba kekurangan dalam arti apa yang dimaksud dalam ayat 6 dan 7 sebelumnya. Karena Muhammad tidak memiliki orang yang bertanggung jawab dalam perkembangan bathinnya berupa ilmu tentang Islam, maka beliau dikatakan kekurangan oleh ALLAH. Muhammad ketika mendapat wahyu dia tidak miskin harta, justru dari segi materi dia adalah suami saudagar yang kaya raya yaitu khadijah

Sudah barang tentu dimaksud dengan kaya adalah orang yang memiliki sarana untuk mencapai tujuan hidupnya, dan kekayaan itu adalah berupa ilmu dan sikap sanggup memberi apa yang ada padanya demi kepentingan Rob nya baik amwal maupun anfus. (Artikel An Aqimuddin).

Dalam perdebatan penulis dengan salah satu “pebesar” Al Qiyadah Al Islamiyah yang bernama Sahmuddin di Soroako, penulis memancing konsep bahwa Isa as tidak mempunyai ayah. Oleh Sahmuddin pendapat penulis ini di bantah dengan mengutip ayat Injil Lukas yang mengatakan bahwa ayah nabi Isa adalah Yusuf si tukang kayu. Setelah memberikan pendapat bathil tersebut, penulis meminta Sahmuddin untuk menunjukan fakta sejarah dan segala data sumber mengenai pendapat dirinya. Akan tetapi sampai saat ini Sahmuddin belum menjawab pertanyaan saya tersebut, malah salah seorang rekan penulis ber Mubahalah tentang konsep ayah nabi Isa a.s. (postingan penulis tersimpan pada Milis Iqra dengan alamat: milis_iqra@googlegroups.com). Saya sangat heran mengapa Al Qiyadah Al Islamiyah erat kaitannya dengan pengutipan ayat-ayat Alkitab: Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Alangkah kacaunya tafsir Al Qiyadah ini, bagaimana mungkin makna yatim piatu itu “tidak mempunyai jalan lurus dan petunjuk”? sangat kacau dan tak bisa dibayangkan jika Al Qiyadah ini biarkan lolos dari tindakan penistaan Agama, karena jelas-jelas Al Qiyadah Al Islamiyah telah berpaling dari jalan Allah. yang tak kalah menarik adalah mengenai syahadat Al Qiyadah Al Islamiyah, jika umat Islam bersyahadat menggunakan “Aku Bersaksi bahwa tiada ilah yang patut disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah” maka khusus untuk Al Qiyadah Al Islamiyah diganti menjadi:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada yang pantas untuk ditaati kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Al Masih Al Maw’ud adalah utusan Allah” (Abdul Fatah pada Blog An Aqimuddin).

Sebagai umat yang memiliki Al Quran dan Hadis dalam menjalankan tindak tanduk di dunia ini sudah sepantasnya kita menyaring segala sesuatu yang masuk kedalam diri kita berdasarkan keduannya. Dan masihkah orang-orang yang mendengungkan relativitas dan kebebasan beragama membela kesesatan Al Qiyadah Al Islamiyah ini? orang beragama yang cerdas dan mempunyai pikiran pasti tahu jawaban tas hal ini. Wallahu ‘alam bi showab .

Sumber: Artikel pada Blog anggota Al Qiyadah Al Islamiyah yang bernama “Wong Ma’ruf dan Abdul Fatah alias Sahmuddin Bin Dahlis” yang merupakan koordinator Al Qiyadah A Islamiyah di Soroako. Untuk Sahmuddin ini telah berkelana di Forum My Quran dan Forum Hidayatullah dengan memposting artikel dengan avatar “Kosong” dan Sahmuddin.

Satu Tanggapan to “Al Qiyadah Al Islamiyah Menjual Diri di Dunia Maya”

  1. di al qur’an telah komplit disana merupakan kumpulan dari beberapa alkitab yang anda sebutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: