Bentrok FPI dan Aliansi Kebangsaan Hanya Alihkan Isu

Oleh : Iwan Joyo S

Sekretaris UKPK (Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan)

STAIN Jember

periode 2006-2008

www.scathzi.multiply.com

ADA yang aneh dengan kerusuhan yang terjadi di Silang Monas, hari Minggu kemarin (1/6).

Di hari itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama ribuan pendukungnya menggelar gerak jalan untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila.

Tulisan ini juga dimuat di http://www.myrmnews.com.

Megawati, menurut hasil riset beberapa lembaga survei politik yang kredibel merupakan lawan terkuat SBY dalam Pilpres 2009. Di saat tren popularitas SBY cenderung turun, tren popularitas Mega kini justru naik.

Kerusuhan “Monas Berdarah” praktis menutup “show of force” Mega dan para pendukungnya.

Bentrok yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) juga terjadi di tengah berbagai aksi yang dilakukan kelompok masyarakat dan mahasiswa untuk menentang kenaikan harga BBM.

Nah, beberapa komentator berita curiga, bentrokan itu sengaja dibiarkan untuk mengalihkan isu.

Seorang komentator bernama-sandi Yudas, misalnya, menduga mungkin saja bentrokan itu sengaja dan bahkan diprovokasi untuk mengalihkan isu utama, yakni turunkan harga BBM.

“Kalau memang ada yang terbukti menganiaya ya cepat tangkap dan adili. Sudah. Selesai,” tulisanya dalam kolom komentar.

“Rakyat dan media nggak usah ikut-ikutan bersorak dan menari mengikuti irama gendang pemerintah. Jangan sampai rakyat larut dalam isu baru ini. Kita harus kembali ke isu semula, turunkan BBM,” sambung dia.

Komentator lain bernama-sandi Toni memuji “kehebatan” SBY.

“Ketika BBM diumumkan naik, Jakarta langsung siaga 1. Rakyat sudah susah dengan kenaikan BBM, eh masih juga diintimidasi dengan siaga 1. Akhirnya tragedi Unas terjadi. Masih banyak yang demo juga, akhirnya SBY keluarkan aksi FPI vs Aliansi Kebangsaan sebagai alat untuk mengalihkan isu kenaikan BBM sekaligus untuk memberikan instruksi perang terhadap masyarakat yang melakukan demo karena khawatir terjadi kerusuhan,” tulis Toni.

Padahal, sambungnya, tidak semua aksi demo berniat untuk rusuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: