Kebangkitan nasional, Indonesia “bisa”?

Kebangkitan nasional, Indonesia “bisa”?

Oleh Iwan Joyo s

Sekretaris UKPK STAIN Jember

Periode 2006-2008

http://www.scathzi.multiply.com

100 Tahun kebangkitanan nasional yang secara luar biasa di peringati di hampir seluruh televisi nasional yang bertema “indonesia Bisa” yang di galangkan oleh Presiden republik indonesia pada Acara tersebut. Kita bangsa indonesia selalu mempunyai impian untuk bangkit di seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, sebuah pertanyaan nakal dari saya yang tidak berilmu, indonesia bisa apa ya?, Maaf dalam hal ini bukan suatu penghinaan terhadap Nation/Bangsa ini, secara jujur masyarakat ini memang bisa bangkit jika Pemimpinya bersatu dengan rakyat menuju kesejahteraan. bukan Pemimpin yang “bisa” mengakali rakyatnya terus.

Dari hal sepele saja, Ejaan nama negara ini adalah INDONESIA, tapi bagaimana “bisa” banyak kalangan yang mengejamenjadi ENDONESIA, ya sesuai selogan, bahwa Indonesia “bisa” salah dalam mengeja Namanya sendiri dari Indonesia jadi Endonesia. Kok Bisa ya?

Coba deh perhatikan keadaan foto Bapak presiden yang terhormat saat baru menjabat dan Keadaan saat ini, kalau saya tidak salah lihat Foto bapak presiden bisa menjadi lebih gemuk, orang bisa lebih Gemuk karena Makmur atau sejahtera bukan?, Atau Coba perhatikan Para Pejabat, Pejabat dari kalangan birokrasi atau Pejabat dari Politisi, semua rata-rata berperut Buncit. mengapa mereka bisa kelihat gemuk karena mereka bisa sejahtera. Apakah keadaan fisik dan kesejahteraan pejabat tersebut sama dengan kondisi keadaan rakyat. jawaban yang pasti tentu tidak. kalau rakyat itu Indonesia “Bisa” membuat rakyat miskinya sengsara, tidak percaya, coba lihat korban busung lapar, kurang gizi yang ada. sebuah ironi dimana Rakyat gendut karena Busung lapar, sedangkan Pejabat gendut kena penyakit “Nafsu Lapar”. Jadi Indonesia Bisa Membuat Pejabat menjadi gendut dan Rakyat Gizi buruk atau Busung Lapar Karena tidak ada Makanan.

Momentum kebangkitan Nasional biasanya dikaitkan dengan berdirinya budi utomo, yang tidak terlepas dari pendidikan, sesuai dengan tema yang di glontorkan oleh Presiden SBY, bahwa inonesia Bisa, kok bisa sih tidak melaksanakan amanat UUD1945? maksudnya apa, dalam pasal 31 ayat (4) UUD menentukan bahwa pendidikan diprioritaskan untuk memperoleh anggaran sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN. Tapi hal itu tidak terlaksanakan dengan baik dan benar. Masalah pendidikan 20%? bagaimana mungkin, Wong sekolah-sekolah pada rubuh belum dibetulin, Guru-guru honorer yang bergaji di bawah Rp.500.000/bulan masih banyak, Dan Universitas Negeri Dirubah menjadi BHMN yang Notabene harus membiayai anggaran pendidikan sendiri, yang berdampak kepada Mahalnya biaya Pendidikan di negeri kaya ini. Dari beberapa hal yang saya sebutkan jadi Indonesia “Bisa” membuat rakyatnya bodoh. kenapa bagaimana mungkin seorang dari rakyat miskin untuk mengenyam pendidikan, karena biaya pendidikan setinggi langit. Deskriminasi telah terjadi hanya orang yang ber-uang yang bisa mengenyam pendidikan, dan hal ini bisa membuat para orang tua berlomba korupsi untuk membiayai pendidikan anaknya. Lalu bukankah ada sekolah gratis? coba lihat lah berapa sekolah yang 100% gratis, jawabnya kurang dari 4% dari sekolah yang ada. Jadi Indonesia “Bisa” membuat rakyatnya Bodoh.

lalu masalah kesehatan, Indonesia Bisa Bangkit kalau rakyatnya sehat, Bagaimana “bisa” rakyat indonesia sehat, biaya berobat sangat lah tinggi, suatu uraian di media massa sebutlah di daerah bekasi puskesmas gratis, dan yang berobat dari luar daerah bekasi, tapi pembuat keputusan di daerah tersebut menulis yang gratis hanya dari wilayahnya tersbut, padahal kan kita satu negara kok”bisa” akan membuat kebijakan seperti itu. Rakyat miskin hanya mendapat pelayanan kesehatan seadanya. Kalau rakyat kecelekaan, atau sakit dan masuk rumah sakit, yang juga katanya rumah sakit pemerintah yang pertama ditanyakan apa? siapa keluarganya, Siap memBayar uang muka perawatan. Jadi Indonesia bisa membuat rakyatnya tidak bisa mendapat penanganan kesehatan yang baik. Coba bandingkan dengan para pejabat mereka dengan bebas bisa menggunakan keuangan negara untuk berobat kerumah sakit dengan kelas VIP atau bahkan keluar Negeri, oleh karena itu kesehatan mereka terjamin. Jadi Indonesia “Bisa” membuat pejabat sehat dan Indonesia “bisa” membuat rayatnya tetap sakit, atau bahkan memilih mengakhiri hidupnya.

Dalam meningkatkan Kebangkitan Indonesia butuh Lapangan Pekerjaan, tetapi kita banyak lihat dan saksikan hampir di setiap kantor saat ini pekerja mereka “outsourcing” dan “kontrak” yang notabene siap di buang setiap saat. jadi Indonesia bisa membuat pengangguran yang besar dengan sistem ini. Bisakah kita bangkit jika tidak ada lapangan pekerjaan?

Atau kita lihat dari segi Hukum? Indonesia Bisa bangkit jika ada nya kesamaan status di depan hukum, kejadiannya apa? banyak penegak hukum kita yang teryada harus dihukum, Adanya kesamaan hukum untuk warga negara hanya sebuah mimpi bagi indonesia, Seorang buruh pabrik yang Nyolong sendal jepit di hukum dengan berat, lalu pejabat bagimana? jawaban yang sederhana “banyak pejabat yang kebal hukum di indonesia. Peraturan hanya berlaku bagi rakyat, tapi tidak untuk aparat birokrasi. Satu hal yang baru saja terjadi dimana peraturan tentang lalu lintas adalah Jalan Toll hanya untuk Kendaraan Roda 4 atau lebih, Kok bisa Motor-motor Gede bisa lewat jalan toll. mungkin motor tersebut di kasih roda tambahan seperti Roda sepeda, jadi Motor Beroda 4 seperti sepeda roda 4 anak-nak kali ya…. indonesia “bisa” menghukum rakyat dengan benar, tetapi indonesia juga “bisa” memberi kekebalan hukum kepada para pejabatnya.

Dari segi olahraga, apakah olahraga indonesia bisa bangkit? kita tengok olah raga Sepakbola kita yang tidak bisa bangkit di laga dunia… bagaimana bisa Olah Raga kita di pimpin oleh seorang pimpinan yang terpidana. Jadi Indonesia “Bisa” Membuat terpidana tetap memimpin suatu cabang olahraga. jadi bisakah Olahraga indonesia bangkit, jika Olahraga nasional bisa di kelola orang yang tidak semestinya

Atau Penyedian Fasilitas & layanan Umum, Untuk bisa bangkit indonesia membutuhkan Fasilitas Umum terutama jalan raya, sampai saat ini jalan di Indonesia sudah banyak yang berlobang, dan jalan tersebut sudah banyak memakan korban, termaksud Seorang Mantan pejabat dalam acara memeriahkan acara kebangkitan nasional, Bagaimana bisa Bangkit kalau jalanya saja berlobang? Lalu untuk mendapat pelayanan Umum yang harus nya dibiyayakan dari uang rakyat kenapa Bisa rakyat harus membayar. Contoh Kepolisian Negara Yang Notabene adalah Pengayom Masyarakat, tetapi bukan rahasia umum bila berurusan dengan Polisi akan Membutuhkan Biaya yang besar, beberapa perusahan yang pernah saya bekerja didalamnya memilih memetieskan kasusnya dibanding meneruskan Perkara yang dialaminya karena biaya upeti yang besar untuk menuntaskan kasus yang dialaminya. Jadi Bisakah kita bangkit di tengah minimnya Fasilitas Dan Layanan Umum. atau Kita melihat rumah-rumah besar dari pejabat, coba bandingkan dengan rakyat yang tinggal di kolong jembatan, atau rakyat yang mengontrak karena tidak mampu membeli rumah, karena gaji UMR? Bisakah kita bankit jika rakyat indonesia harus tetap tidak sejahtera?

Untuk bangkit pun kita membutuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, lalu bagaimana keadaan nasionalisme kita saat ini?, sungguh menyedihkan kalangan generasi kita lebih senang menghujat mencaci bangsa sendiri, atau memanfaatkan bangsa untuk kepentingan sendiri. dan untuk generasi muda tidak peduli dengan nasionalisme, karena mereka di jejali budaya yang merusak berupa Pornografi, Narkoba, Dan pola hidup konsuntif. Salama ini Nasionalisme hanya sebatas selogan dan tidak ada tindakan nyata, walau hanya

Atau kasus terakhir yang menghebohkan tentang Kenaikan BBM, Untuk bangkit kita membutuhan Energy, lalu penaikan harga dan Pembatasan Jumlah Pembelian BBM, Lalu bagaimana bisa Indonesia bangkit ditengah kurangnya Subsidi kepada rakyat? bahkan dalam sebuah media saya pernah membaca negara tetangga kita “Malaysia” dalam menghadapi masalah harga minyak dunia malah Meningkatkan subsidi untuk rakyat. Jadi Bisakah Indonesia bangkit ditengah Pencabutan Subsidi dan Pembatasan Pembelian BBM?, Lalu bagaimana dengan Kendaraan dinas anggota Birokrasi yang mendapat Bensin yang tidak terbatas? sebuah pemiskinan sistematis tengah dibuat oleh pemerintah, dengan hanya memberi Rp 100.000 untuk rakyak, Pak Untuk apa Rp.100.000, untuk makan seminggu dengan anggota keluarga saja sudah habis. Jadi Bagaimana indonesia bisa bangkit jika rakyatnya tetap Miskis. dan Kesenjangan bisa kita lihat dengan Fasilitas yang dinikmati dari para Elite.

Tulisan Ini bukan untuk memojokan Pemerintah, tulisan ini hanya memaparkan ketidak adilan yang terjadi pada Masyarakat/Rakyat indonesia ditengah Seruan kebangkitan Nasional Bangsa ini, bangsa ini terdiri dari 200 jt penduduk, tapi hanya beberapa persen yang bisa menikmati kesejahteraan, pendidikan,kesehatan,Layanan Publik, dengan layak, Pada tanggal 2 Juli 2007 pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan jumlah penduduk miskin 37,17 juta orang, dan pasti akan bertambah dengan kenaikan BBm dan minimnya Pelayanan Publik. Lalu Apakah Indonesia Bisa untuk bangkit? Saya sebagai rakyat indonesia selalu berharap yang terbaik untuk indonesia. Semoga Indonesia Bisa Benar-benar bangkit, bukan hanya slogan yang nyaring diteriakan di mulut saja. Semoga tidak Indonesia Bisa mensejahterakan Seluruh Rakyat.. tidak hanya Pejabat saja… jadi Indonesia Benar Bisa bangkit jika Pemimpinya bersatu dengan rakyat menuju kesejahteraan

I love Indonesia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: